Upaya Belanda Mengambil Langkah Ekstrem Untuk Warganya di Tengah Wabah Covid-19. Sumber : Instagram chippish.id

Pilih Langkah Extreme, Belanda Biarkan Warga Sakit Agar Kebal Corona

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JARINGAN INDONESIA – Ketika sebagian besar negara menerapkan social distancing, Belanda justru punya caranya sendiri dalam melindungi kelompok rentan terinfeksi coronavirus. Negara ini ingin membangun “herd immunity” atau kekebalan kelompok. Penyebaran virus diperlambat dengan cara membiarkan banyak orang terinfeksi, lalu sembuh dari penyakitnya.

“Berhubung vaksin dan obatnya belum ada, yang bisa kami lakukan yaitu memperlambat penyebaran virus sekaligus membangun herd immunity secara terkendali,” ujar Perdana Menteri Belanda Mark Rutte pekan lalu.

Mark hanya ingin menenangkan rakyat, tapi caranya lebih pragmatis. “Pada kenyataannya, sebagian besar penduduk akan terinfeksi virus dalam periode mendatang,” imbuh Mark.

Belanda takkan memberlakukan lockdown. Sekolah dan restoran memang diimbau untuk ditutup, tapi tak ada praktik social distancing yang ketat di sana. Orang-orang masih berkumpul di taman. Kedai kopi yang menjual ganja pun masih terima pesanan bungkus.

Pemilik kafe di Tilburg, yang dipanggil Meuk, memberi tahu VICE News bisnis semacam ini sangat dibutuhkan untuk menenangkan warga di masa-masa sulit seperti sekarang. Meskipun begitu, Meuk tetap mengambil tindakan pencegahan.

“Kami memberlakukan jaga jarak 1,5 meter. Batas mengantre tidak boleh lebih dari empat orang. Semua permukaan juga selalu dijaga kebersihannya,” ungkapnya. Lelaki bernama Bram mendukung keputusan pemerintah.

Menurutku, ini langkah terbaik yang pernah diambil negara Eropa. Pada akhirnya, kita pasti akan terinfeksi virus dan tubuh akan lebih kebal setelah sembuh,” ujar Bram.

Belanda berani mengambil langkah itu karena sistem kesehatan mereka bagus dan mengungguli negara Eropa lainnya. Akan tetapi, Belanda bukan satu-satunya yang menerapkan herd immunity.

Akhir pekan lalu, pemerintah Britania Raya mengatakan 60 persen populasi Inggris mesti terinfeksi COVID-19 agar herd immunity terwujud. Dengan skenario tingkat kematian menginjak 0,5-1 persen, sejumlah warga panik mendengar pernyataannya.

Pemerintah Inggris kemudian berubah pikiran dan menarik kembali kebijakan mereka.

Tonton dokumenter soal kebijakan Belanda di tautan awal artikel. (vice.com, law-justice.co)

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami

Tentang Kami

JARINGAN INDONESIA

Mengabarkan Fakta, bukan Hoax

“Portal Jaringan Indonesia, Portal berita berskala nasional mengusung platform berita dan video. Berita mengabarkan berita terbaru dan cepat melalui proses jurnalisme ketat, sementara video memberikan hiburan dan pengetahuan kepada pembaca ”

Kontak

  • Jl. Tamalate IV No. 15 Kelurahan Kassi-kassi Kecamatan Tamalate Kota Makassar
  • jaringanindonesiasatu@gmail.com
  • 081242503719