Nasional Kesehatan Politik

Lawan Jokowi, Wali Kota Lockdown Malang Mulai Rabu

Lawan Jokowi, Wali Kota Lockdown Malang Mulai Rabu
61 / 100

JARINGAN INDONESIA – Pemerintahan Kota Malang akan melakukan lockdown atau isolasi untuk mencegah penyebaran virus corona. Langkah yang dimulai pada Rabu (18/3/2020) itu dilakukan secara bertahap. Namun, hal itu sepertinya bertentangan dengan apa yang disampaikan Presiden Joko Widodo bahwa kewenangan untuk lockdown berada di pemerintah pusat.

“Hari ini sudah kami putuskan darurat. Mulai hari ini orang yang berkunjung di Kota Malang masih kami kasih waktu. Untuk yang hari ini masih kami tolerir, tapi kalau besok kami harapkan dipulangkan. Lusa sudah tidak boleh ada kunjungan dari orang luar Kota Malang dulu, termasuk keluar dari Malang,” tegas Wali Kota Malang Sutiaji kepada wartawan di Balai Kota Jalan Tugu, Senin (16/3/2020).

Sutiaji berdalih pembatasan akses dilakukan untuk memudahkan mitigasi dan pencegahan penyebaran virus Corona di Kota Malang. Hal ini juga berkaca pada kebocoran yang terjadi di istana negara, setelah salah satu menteri dinyatakan positif Corona.

“Kami tidak ngerti orang ini membawa virus atau tidak. Istana saja kebobolan. Maka di sinilah kemudian Bapak Presiden menentukan darurat karena perputaran orang yang diisolasi sekarang kecolongan,” ungkap Sutiaji.

Sebelumnya, Presiden Jokowi menegaskan bahwa kewenangan untuk memutuskan lockdown atau tidak ada di pemrintah pusat. Dia juga mengatakan bahwa pemerintah pusat belum ada rencana untuk sampai ke arah tersebut.

“Perlu saya tegaskan bahwa kebijakan lockdown baik di tingkat nasional maupun di tingkat daerah adalah kebijakan pemerintah pusat. Kebijakan ini tidak boleh diambil pemerintah daerah,” kata Jokowi melalui video yang disiarkan Sekretariat Presiden di Istana Bogor, Bogor, Senin (16/3/2020).

“Dan sampai saat ini tidak ada kita berpikiran ke arah kebijakan lockdown,” katanya. (detikcom, law-justice.co)

Avatar
About Author

Editorial

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *