Gubernur Andrew Cuomo dan Eksekutif Distric Nassau Laura Curran melakukan salam siku saat konferensi pers. [Foto: Dennis A. Clark / The New York Post]

COVID-19: WHO Larang Salam Siku Sebagai Pengganti Jabat Tangan, Ini Bahayanya!

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JARINGAN INDONESIA – Pandemi virus corona (COVID-19) membuat orang setuju untuk menghindari keramaian publik atau rapat dan menjaga jarak aman 1-2 meter satu sama lain untuk mencegah penyebaran virus mematikan tersebut.

Di tengah-tengah ini, beberapa orang mungkin terlihat menggunakan salam siku kompilasi mereka bertemu sebagai bantuan berjabat tangan, pelukan dan cium pipi kiri-kanan alias cipika cipiki. Namun rupanya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tidak meminta salam siku tersebut. Kenapa

Direktur Jenderal WHO, Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus, meminta semua orang untuk menghindari melakukan salam siku sebagai upaya untuk mencegah penyebaran virus corona (COVID-19). Menurut Tedros, salam siku membuat seseorang melakukan kontak atau interaksi jarak dekat dengan orang lain.

Saat melakukan salam siku, orang akan berada pada jarak kurang dari satu meter satu sama lain. Alhasil, risiko penularan virus corona (COVID-19) pun semakin terbuka.

“Saat menyapa orang, coba hindari salam siku, karena itu akan menempatkan kamu dalam jarak kurang dari satu meter dari orang lain,” kata Tedros dilansir dari The New York Post, Minggu, 15 Maret 2020.

Lalu, bagaimana etika salam terbaik yang benar saat orang lain agar terhindar dari virus corona (COVID-19)?

Dalam cuitannya di Twitter, Teddy mengungkapkan bahwa meletakkan di dada adalah alternatif salam terbaik.

“Saya sering meletakkan tangan di dada kompilasi menyapa orang-orang yang lewat ini,” tulis Tedros.

Seperti diakui, WHO telah resmi disetujui Covid-19 sebagai pandemi global pada Rabu, 11 Maret 2020. Virus ini telah mencapai seluruh benua, kecuali Antartika.

Hingga Minggu, 15 Maret 2020, jumlah kasus virus corona (COVID-19) secara global telah melampaui 152.000, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Sekarang ada 152.428 kasus di seluruh dunia dan 5.393 kematian. Kasus virus ini diterbitkan telah menyebar ke 141 negara dan wilayah.

WHO meminta agar masyarakat membahas tentang gaya hidup sehat, seperti rutin mencuci tangan dengan sabun, memakai topeng, juga meningkatkan daya tahan tubuh sebagai langkah melawan penyebaran virus corona (COVID-19). (cakapcakap.com)

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami

Tentang Kami

JARINGAN INDONESIA

Mengabarkan Fakta, bukan Hoax

“Portal Jaringan Indonesia, Portal berita berskala nasional mengusung platform berita dan video. Berita mengabarkan berita terbaru dan cepat melalui proses jurnalisme ketat, sementara video memberikan hiburan dan pengetahuan kepada pembaca ”

Kontak

  • Jl. Tamalate IV No. 15 Kelurahan Kassi-kassi Kecamatan Tamalate Kota Makassar
  • jaringanindonesiasatu@gmail.com
  • 081242503719